Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Maret 2021

Antarmuka (User Interface) Pemakai Multimedia Interaktif



Materi 22/03/2021 DMI XII MM 2

SMKN 2 Rimbamelintang

 M Rasuma Febri, S.Kom

 

Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai dapat menerima informasi dari  pengguna  dan memberikan informasi kepada  pengguna  untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. Sebuah Sistem antarmuka pengguna memiliki piranti masukan (seperti keyboard, mouse, dan media input lainnya), peranti keluaran (seperti monitor, printer), masukan dari pengguna (seperti garis, gerakan mouse dan ketikan keyboard) dan hasil yang dikeluarkan oleh komputer (seperti grafik, bunyi dan tulisan).

Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembuatan suatu antarmuka sebuah aplikasi, diantaranya user compatibility, product compatibility, task compatibility, workflow compatibility, consistency, familiarity, simplicity.

 

a.    User compatibility

Antarmuka merupakan topeng dari sebuah sistem atau sebuah pintu gerbang  masuk  ke  sistem  dengan  diwujudkan  ke  dalam  sebuah  aplikasi perangkat lunak. Oleh karena itu sebuah perangkat lunak seolah-olah mengenal usernya, mengenal karakteristik usernya, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum. Desainer harus mencari dan mengumpulkan berbagai karakteristik serta sifat dari user karena antarmuka harus disesuaikan dengan user yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1 dan mempunyai karakter yang berbeda.   Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri.

 

b.   Product compatibility

Sebuah aplikasi yang menggunakan antarmuka harus sesuai dengan sistem aslinya. Seringkali sebuah aplikasi menghasilkan hasil yang berbeda dengan sistem manual atau sistem yang ada. Hal tersebut sangat tidak diharapkan dari perusahaan karena dengan adanya aplikasi  perangkat lunak diharapkan dapat menjaga produk yang dihasilkan dan mampu menghasilkan produk yang jauh lebih baik.

 

c.    Task compatibility

Sebuah aplikasi yang menggunakan antarmuka harus mampu membantu para user dalam menyelesaikan tugasnya. Semua pekerjaan serta tugas-tugas user  harus  diadopsi  di  dalam  aplikasi  tersebut  melalui  antarmuka.  Sebisa mungkin user tidak dihadapkan dengan kondisi memilih dan berpikir, tapi user dihadapkan dengan pilihan yang mudah dan proses berpikir dari tugas-tugas user dipindahkan dalam aplikasi melalui antarmuka. Contoh : User hanya klik set up, tekan tombol next, next, next, finish, ok untuk menginstal suatu perangkat lunak.

 

d.   Workflow compatibility

Sebuah aplikasi sistem sudah pasti mengapdopsi sistem manualnya dan didalamnya tentunya terdapat urutan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam sebuah aplikasi, software engineer harus memikirkan berbagai runutan- rununtan pekerjaan yang ada pada sebuah sistem. Jangan sampai user mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena user mengalami kebingungan ketika urutan pekerjaan yang ada pada sistem manual tidak ditemukan pada software yang dihadapinya. Selain itu user jangan dibingungkan dengan pilihan-pilihan menu yang terlalu banyak dan semestinya menu-menu merupakan urutan dari runutan pekerjaan. Sehingga dengan workflow compatibility dapat membantu seorang user dalam mempercepat pekerjaannya.

 

e.    Consistency

Sebuah sistem harus sesuai dengan sistem nyata serta sesuai dengan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu software engineer harus memperhatikan hal-hal yang bersifat konsisten pada saat merancang aplikasi khususnya antarmuka, contoh : penerapan warna, struktur menu, font, format desain yang seragam pada antarmuka di berbagai bagian, sehingga user tidak mengalami kesulitan pada saat berpindah posisi pekerjaan atau berpindah lokasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal itu didasarkan pada karakteristik manusia yang mempunyai pemikiran yang menggunakan analogi serta kemampuan manusia dalam hal memprediksi. Contoh : keseragaman tampilan toolbar pada Word, Excell, PowerPoint, Access hampir sama.

 

f.    Familiarity

Sifat manusia mudah mengingat dengan hal-hal yang sudah sering dilihatnya   atau   didapatkannya.   Secara   singkat   disebut   dengan   familiar. Antarmuka sebisa mungkin didesain sesuai dengan antarmuka pada umumnya, dari segi tata letak, model dan sebagainya. Hal ini dapat membantu user cepat berinteraksi dengan sisem melalui antarmuka yang familiar bagi user.

 

g.   Simplicity

Kesederhanaan perlu diperhatikan pada saat membangun antarmuka. Tidak selamanya antarmuka yang memiliki menu banyak adalah antarmuka yang baik.  Kesederhanaan  disini  lebih  berarti  sebagai  hal  yang  ringkas  dan  tidak terlalu berbelit. User akan merasa lelah dan bosan jika pernyataan, pertanyaan dan menu bahkan informasi yang dihasilkan terlalu panjang dan berbelit. User lebih menyukai hal-hal yang bersifat sederhana tetapi mempunyai kekuatan/ bobot.

 

h.   Direct manipulation

User berharap aplikasi yang dihadapinya mempunyai media atau tools yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan pada antarmuka tersebut. User   ingin   sekali   aplikasi   yang   dihadapannya   bisa   disesuaikan   dengan kebutuhan, sifat dan karakteristik user tersebut. Selain itu, sifat dari user yang suka merubah atau mempunyai rasa bosan. Contoh : tampilan warna sesuai keinginan (misal pink) pada window bisa dirubah melalui desktop properties, tampilan skin winamp bisa diubah, dan lain-lain.

 

i.    Control

Prinsip control ini berkenaan dengan sifat user yang mempunyai tingkat konsentrasi yang berubah-ubah. Hal itu akan sangat mengganggu proses berjalannya sistem. Kejadian salah ketik atau salah entry merupakan hal yang biasa bagi seorang user.  Akan tetapi hal itu akan dapat mengganggu sistem dan akan berakibat sangat fatal karena salah memasukkan data 1 digit/1 karakter saja informasi yang dihasilkan sangat dimungkinkan salah. Oleh karena itu software engineer haruslah merancang suatu kondisi yang mampu mengatasi dan  menanggulangi  hal-hal  seperti  itu.  Contoh:  “illegal  command”,  “can’t recognize input” sebagai portal jika terjadi kesalahan.

 

j.     Flexibility

Fleksibel merupakan bentuk dari dari solusi pada saat menyelesaikan masalah. Software engineer dapat membuat berbagai solusi penyelesaian untuk satu masalah. Sebagai contoh adanya menu, hotkey, atau model dialog yang lainnya.

Ada  5  tipe  antarmuka  yang  dapat  digunakan  untuk  menjembatani interaksi antara pengguna dengan aplikasi multimedia interaktif, yaitu direct manipulation, menu selection, form fill in, command language dan natural language.

1)   Direct manipulation – pengoperasian secara langsung

Interaksi langsung dengan objek pada layar. Misalnya delete file dengan memasukkannya ke trash. Kelebihannya adalah waktu pembelajaran pengguna sangat singkat, umpan balik langsung diberikan pada tiap aksi sehingga kesalahan terdeteksi dan diperbaiki dengan cepat. Kekurangannya adalah  antarmuka  tipe  ini  rumit  dan  memerlukan  banyak  fasilitas  pada sistem komputer, cocok untuk penggambaran secara visual untuk satu operasi atau objek.

Gambar Direct manipulation

2)   Menu selection – pilihan berbentuk menu

 

Gambar Menu selection

   

Memilih perintah dari daftar yang disediakan. Misalnya saat klik kanan dan memilih aksi yang dikehendaki. Kelebihannya adalah pengguna tidak perlu ingat nama perintah, pengetikan minimal, dan tingkat kesalahan  rendah. Kekurangannya adalah tidak ada logika AND atau OR, perlu ada struktur menu jika banyak pilihan, dan menu dianggap lambat oleh pengguna ahli dibanding command language.

 

3)   Form fill-in – pengisian form.

Mengisi area-area pada form. Kelebihannya masukan data yang sederhana dan mudah dipelajari. Kekurangannya memerlukan banyak tempat di layar, harus menyesuaikan dengan form manual dan kebiasaan pengguna.

  

Gambar Form fill in

 

 

Jangan Lupa Lengkapi Catatan nya

DMIMM2



Read More

Senin, 29 April 2013

MEMBOBOL DAN MENGAMANKAN PASWORD

Read More

File System, NTFS dan FAT

File System

File system adalah cara atau metode penyimpanan dan memanajemen file-file data yang tersimpan disuatu media agar lebih memudahkan file-file data tersebut untuk ditemukan. Media yang digunakan dapat berupa Harddisk atau CD-Room. File System secara umum diartikan sebagai database khusus untuk menyimpan, mengelola, memanipulasi, dan pengambilan data.

Beberapa jenis File System dalam Harddisk:
  1. FAT16,  dikenalkan pada jaman MSDOS. FAT16 merupakan clusster addres 16bit, hal ini mampu membuat partisi pada harddisk hingga 2 GigaByte. Metode penamaan untuk suatu file pada FAT16 adalah delapan nama file dan tiga extention atau disebut juga metode 8:3.
  2. FAT32, merupakan pengembangan dari metode FAT sebelumnya yakni FAT16. Dikenalkan semenjak era windows98. FAT32 merupakan clusster addres 32bit, hal ini memungkinkan kita untuk mempartisi sebuah harddisk hingga 124 GigaByte, namun apabila kita melakukan partisi langsung melalui windows, maka hanya dapat melakukan partisi hingga 32 GigaByte. Besar file yang disimpan dalam format ini adalah 4 GigaByte.
  3. NTFS, digunakan pada windows berbasis NT. Pada NTFS besar partisi yang memungkinkan adalah hungga 256 TerraByte sedangkan besar file yang dapat disimpan hingga 16 TerraByte. NTFS support terhadap database yang berisi informasi suatu file atau disebut METADATA. Selain itu juga NTFS juga memiliki fasilitas seperti quota, enkripsi dan kompresi.
Quota merupakan pembatasan besar data untuk setiap user. Enkripsi merupakan fasilitas proteksi data dengan cara mengacak bit dalam suatu file sehingga tidak bisa terbaca oleh user yang tidak berhak. Sedangkan kompresi adalah fasilitas pemampatan data sehingga space akan lebih lapang.
 
 Dari ketiga format file system tersebut, NTFS lebih baik dibandingkan FAT. Berikut table perbandingan kekurangan dan kelebihan antara FAT16, FAT32 dan NTFS:
FAT16
FAT32
NTFS

KEUNGGULAN

Dapat bekerja pada sistem operasi yang berbeda
Dapat bekerja pada sistem operasi yang berbeda
Dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna


-
Dapat menampung jumlah cluster yang lebih banyak dibanding Fat 16
Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan


-


-
Mendukung kompresi data yang transparan meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan harddisk

-

-
Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit)

KELEMAHAN

Tidak ada fitur keamanan
Tidak dapat mendukung semua sistem operasi
Tidak support dengan banyak sistem operasi
Tidak ada fitur kompresi data
Tidak ada fitur keamanan
Tidak bisa terdeteksi ketika melakukan boot dengan floopy
Ukuran berkas maksimumnya sangat kecil
Tidak ada fitur kompresi data
-
Tidak ada emkripsi data
Tidak ada emkripsi data
-

SPESIFIKASI

Jumlah berkas dalam satu volume : 228 berkas
228 berkas
232-1 berkas
Ukuran berkas maksimum : 232-1 byte
232-1 byte
264-1 byte
Ukuran cluster minimum : 512 bytes(1 sektor)
512 bytes (1 sektor)
512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum : 64 KB (32 sektor)
64 KB (32 sektor)
64 KB (32 sektor)
Ukuran partisi maksimum : 2 GB (bisa sampai 4 GB pada windows NT)
4,177,198 cluster
232 cluster

SUMBER: 1 2


Read More